23.8.16

The life-changing.

18 bulan berlalu.

Rendra sudah bertambah besar sekarang. Semua terasa begitu cepat. Baru saja kemarin saya melahirkan, dan sekarang anak laki-laki pertama saya sudah berusia 1,5 tahun.


Akan selalu saya ingat setiap momen indah yang mengalir; membuat hidup ini menjadi lebih berwarna. Perasaan yang hadir sebagai seorang Bunda setelah benar-benar memiliki anak. Tentu rasanya tidak ingin saya lewatkan begitu saja.


Saya bukanlah Bunda yang sempurna. Karena saya sangat menyadari masih banyak yang harus saya pelajari. Bukan hanya dalam mengurus anak, tetapi juga bagaimana menjadi seorang istri yang seharusnya. Masih banyak sekali yang jauh lebih hebat dari saya.


Namun saya adalah seorang Bunda dari Muhammad Dirgantara Ariendra Harlino. Lalu, apa yang harus saya lakukan sebagai seorang Bunda?



Belajar, belajar, dan belajar. Karena pembelajaran itu tidak akan pernah ada batasnya. Sampai kapanpun, setiap hari, dimanapun saya berada, saya harus tetap belajar. Setidaknya untuk diri saya sendiri.


Saya sangat menyadari bahwa setiap anak terlahir dengan kelebihan dan kemampuannya masing-masing. Tumbuh kembang yang mereka miliki akan berbeda.


Dan itulah yang saya perhatikan saat ini. Memastikan supaya Rendra tumbuh sesuai dengan usianya. Agar saya tidak menyesalinya di kemudian hari. Dan inilah prioritas saya, untuk saat ini.


Bukan tanpa alasan. Karena hidup harus memilih. Dan saya sangat menikmati pekerjaan baru saya sebagai Ibu Rumah Tangga.


Karena setiap anak membutuhkan sosok orang tuanya. Untuk membimbing, menuntun, serta memberikan kasih saya sepenuh hati. Saya percaya, diberikan amanah menjadi seorang Bunda oleh Allah tentu ada manfaatnya. Manfaat yang selama ini mungkin belum pernah saya rasakan. Memiliki tanggung jawab yang begitu besar dalam mengurus serta mendidik anak. Menjadi madrasah pertama untuknya.


Dan saya bersyukur. Alhamdulillah.


Rendra..


Kamu adalah titipan terindah dari Allah. Terima kasih telah memberikan cahaya baru dalam keluarga kecil Bunda. Dulu, sama sekali Bunda tidak punya bayangan bagaimana rasanya menjadi orang tua, menjadi seorang Ibu. Kini Bunda mengerti.


Insya Allah, Bunda akan menjadi sekolah terbaik untuk Rendra. Memang tidak akan pernah bisa sempurna, tapi Bunda akan terus belajar.


Kehadiran Rendra membuat Bunda semakin memahami bahwa bahagia itu sederhana. Menjadi Ibu bukanlah tugas yang mudah, tetapi niat untuk menjadi Ibu itulah yang menguatkan diri ini supaya bisa melakukan serta memberikan yang terbaik.


Dan saya menyadari..


Menjadi seorang Bunda telah mengubah hidup saya.


Ya.


Membuat sesuatu yang (sebelumnya) tidak mungkin menjadi mungkin. Tidak bisa menjadi bisa.


Menjadi seorang Bunda telah mengubah hidup saya.


Ya.


Mengajarkan saya untuk lebih sabar, melihat kehidupan dari sudut pandang yang tak terlihat selama ini.


Membuka mata bahwa hanya diri inilah yang perlu belajar lebih banyak lagi tanpa henti. Menyadarkan pikiran bahwa gelar menjadi seorang Bunda tidaklah mudah.


Membuat saya mencintai serta menyayangi seseorang dari sebelum ia lahir. Kemudian ia menjadi cahaya dalam kehiudpan ini.


Menjadi seorang Bunda telah mengubah hidup saya.


Ya.


Bahwa segala sesuatu tidak akan selalu berjalan sempurna. Dan sangat diperlukannya pengertian yang begitu besar untuk bisa memahami semua.


Membuat saya semakin mensyukuri hidup ini. Dengan mempunyai tujuan yang lebih pasti.


Untuk menjadi Bunda terbaik untuk Ariendra.


Merawat, mendidik, menuntun, menyayangi, dan mengasihinya sepenuh hati saya.


Selamanya.


Ya Allah,


Jadikanlah saya sekolah terbaik untuk anak saya. Agar suatu saat nanti saya bisa memberikan inspirasi positif untuknya. Menjadikannya sebagai orang yang bermanfaat. Aamiin.


-AS

27.7.16

Perception: the road.

Kenapa mereka ga punya pikiran sama kayak kita?

Kok mereka bisa seperti itu, aku enggak?

Gimana caranya yah supaya bisa buat mereka ngerti?


Pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin pernah terlintas di dalam pikiran kita. Ya. Kita adalah manusia. Yang tidak pernah mengenal kata puas, selalu ingin lebih dan lebih. Akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.

Terkadang pola pikir kita terbentuk dengan sesuatu yang buruk. Dan itulah kami. Manusia biasa, tempatnya khilaf. Namun seringkali lupa bahwa kita tidak akan pernah bisa menjadi sosok yang sempurna.

Banyak sekali yang merasa perlu merubah diri agar bisa disukai oleh siapapun disekitarnya. Menjadi seseorang yang (mungkin) membuat diri ini menjadi tidak nyaman. Atau bahkan membawa kearah yang tidaklah lebih baik dari sebelumnya.

Bukan berarti tidak boleh kita mengubah diri kita. Tentu sangat boleh, terlebih ketika perubahan tersebut yang membawa kearah lebih baik. Perubahan yang menjadi investasi kita di akhirat.

Namun, cukup banyak perubahan yang terjadi karena pola pikir seseorang atau beberapa. Yang membuat diri ini menjadi insecure. Sehingga rela menjadi sosok asing.

Jadi sebenarnya, kita berubah untuk diri kita atau orang lain? Atau kita ingin terlihat lebih baik di mata Allah SWT?

Apapun yang terjadi, apapun yang kita lakukan, ada hal pasti yang sudah menjadi hukum alam. Tidak bisa kita ubah, bagaimanapun caranya. Yaitu persepsi.

Setiap individu mempunyai persepsinya masing-masing dan itulah hak mereka. Mempunyai pendapat yang tentunya berbeda dari pemikiran kita. Apakah salah? Tidak. Setiap manusia memiliki hak dan kewajibannya tersendiri. Termasuk saya. Saya juga mempunyai kewajiban untuk terus berusaha agar bisa terus menjadi sosok yang lebih baik.

Setidaknya untuk diri saya sendiri.

Karena sesungguhnya saya menyadari, tidak akan pernah bisa kita membuat semua orang menyukai kita. Tidak. Kita tidak berhak untuk mengatur mereka. Karena apakah kita akan suka jika diperlakukan seperti itu juga oleh orang lain?

Diri ini selalu belajar. Bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk saya. Bahwa semua adalah proses. Pembelajaran tiada henti untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tidak perlu menjadi hebat. Namun menjadi sosok yang mengerti dan berusaha untuk bisa mengambil serta melihat segalanya dari pandangan yang positif.

Mencoba untuk selalu mencari cara agar bisa menjadi yang terbaik. Lagi, untuk diri saya sendiri. Karena sudah seharusnya seperti itu. Bekerja keras, mengerahkan semua kekuatan yang dimiliki, agar bisa jadi yang terbaik yang kita bisa.

Jangan pernah takut untuk merevisi diri kita. Sesungguhnya siapapun yang ada di sekitar kita hadir untuk memberikan pelajaran. Dengan cara yang tidak terduga. Melalui persepsi yang berbeda-beda.

Hargai, mengerti, dan pahami diri kita.

Berkacalah dan bertanya, "Apakah kita sudah baik? Apakah kita membutuhkan semua yang kita inginkan? Apakah kita sudah menjadi orang yang bermanfaat?"

Persepsi tetaplah persepsi. Seperti sebuah jalan yang tidak ada ujungnya. Jalanan yang bisa terbagi-bagi ke berbagai arah. Dan sang pengemudilah yang akan menentukan jalan mana yang akan ditempuh.

Navigator pun turut hadir untuk membantu agar bisa menentukan arah mana yang terbaik. Namun tetap pengemudilah yang memegang kendali.

Dan itulah persepsi. Tidak akan pernah sama. Yang membawa manusia kearahnya tersendiri dengan cara penafsirannya yang unik satu sama lain.

Tetapi, seperti apapun persepsi yang kita punya, atau persepsi yang diutarakan kepada diri kita, jangan pernah lupa, selama menempuh perjalanan, selalu ingat untuk berterima kasih atas semua yang telah terjadi dalam kehidupan kita. Bersyukur atas apa yang kita miliki; menerima segala kekurangan dan kelebihan.

Tetaplah menjadi diri sendiri yang mempunyai ciri dalam setiap goresan di novelnya. Yang tidak dimiliki oleh siapapun.

Karena sesungguhnya diri ini adalah penulis.

Penulis novel kehidupannya. Yang mempunyai hak untuk merevisi segalanya jika ada kesalahan.

Agar terbaca lebih indah dan lebih baik.


Selamat bekerja, pejuang pena kehidupan.


-AS.



19.2.16

19 Februari 2016

19 Februari 2015.

Hari yang merubah "status" kehidupan saya dari calon Ibu menjadi seorang Ibu.

Tepat pukul 20.37, melalui proses Sectio Caesaria atau dikenal dengan operasi caesar, saya melahirkan seorang anak laki-laki bernama Muhammad Dirgantara Ariendra Harlino dengan berat 3,21kg dan panjang 49cm. Alhamdulillah..

Menangis bahagia, itulah reaksi pertama saya. Mendengar tangisan pertamanya, membuat saya bersyukur namun juga bingung. Dalam waktu yang begitu singkat, saya benar-benar telah menjadi seorang Ibu. Dengan posisi berbaring, dimulai proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Melihatnya begitu dekat, merasakan tubuh mungilnya, kepala dan tangannya yang bergerak perlahan seolah-olah memberikan isyarat bahwa "Hai Bunda, ini aku. Aku mau minum susu dan dipeluk Bunda". Memandang wajahnya yang begitu suci, membuat saya tak berhenti tersenyum.

20 menit yang sangat indah..

Hari demi hari saya lalui dengan berbagai macam adaptasi waktu, aktivitas, dan tanggung jawab yang baru. Melihatnya bertumbuh besar setiap hari, bertambah kebisaannya, membuat waktu berjalan terlalu cepat. Sampai akhirnya sekarang Rendra berusia 1 tahun...

Siapa sangka, kehadiran seorang anak kecil yang tidak mempunyai dosa dapat mengubah segalanya. Rasa lelah, repot, dan kurangnya waktu tidur tidak ada bandingannya dengan melihat wajahnya yang suci. Menatap matanya yang indah adalah cara saya berkomunikasi dari hati ke hati dengannya. Tanpa suara, dengan penuh kasih sayang..


Teruntuk anakku sayang,

Tepat 1 tahun yang lalu, Bunda melahirkan kamu ke dunia ini. Masih teringat dengan jelas bagaimana proses semuanya. Merasakan tendangan Rendra pertama kalinya di dalam perut Bunda sampai mendengar ketawamu juga untuk pertama kalinya. Bunda sangat bersyukur diberikan amanah untuk menjaga kamu, malaikat kecilku.

Bulan-bulan pertama kelahiran, Rendra hanya bisa menangis dan membuat Ayah serta Bunda harus menerka apa maksud dari tangisanmu itu, Nak. Sampai akhirnya Bunda bisa memahami maksud dari setiap tangisan indah yang terucap dari Rendra.

Rendra mau tau kegiatan apa yang sangat tidak ingin Bunda lewatkan sampai nanti Insya Allah Rendra berusia 2 tahun? Memberikan ASI kepada Rendra secara langsung. Karena Bunda bisa melihat senyuman merekah di wajah Rendra ketika diajak bicara dan bercanda. Sambil mendekap Rendra di pelukan Bunda, adalah momen yang sangat indah. Bahagia terus yah..

Rendra sayang,

Selamat ulang tahun ya, Nak. Semoga Rendra tumbuh menjadi anak sholeh yang berguna untuk keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Bunda berharap Rendra juga bisa menjadi generasi penerus yang hebat dengan iman yang kuat. Tentunya ini menjadi pekerjaan Ayah dan Bunda; agar bisa membimbing serta mendidik Rendra sebaik mungkin.

Jangan pernah bosan untuk mendengarkan nasihat Ayah dan Bunda yah, sayang. Kita sama-sama belajar yah. Jangan pernah lelah untuk terus belajar semuanya..

Malaikat kecilku,

Terima kasih sudah menjadi cahaya terang dalam keluarga kecil Bunda.
Terima kasih sudah memberikan warna baru dalam kehidupan ini.
Terima kasih sudah menumbuhkan cinta baru didalam hati Bunda.

Insya Allah, Bunda akan selalu berusaha untuk bisa memberikan yang terbaik buat Rendra. Begitu juga dengan Ayah. Namun perlahan Rendra nanti bisa mengerti bahwa kami hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Berusaha menjadi orang tua terbaik untuk Rendra, itulah tanggung jawab kami. Dan Bunda mohon kepada Allah SWT, agar Ayah serta Bunda bisa menjadi pendidikan dan orang tua terbaik untuk Rendra. Aamiin.

Kalau nanti Rendra sudah besar, kita baca tulisan Bunda sama-sama yah, Nak. Supaya nanti Bunda bisa cerita ke Rendra bagaimana proses kelahiran Rendra, apa saja yang Bunda alami, dan semuanya..

Mungkin Rendra akan lupa, bagaimana dan apa saja yang terjadi selama 1 tahun ini. Kalau Bunda cerita, pasti nanti Rendra akan bertanya "masa iya sih, Bunda?". Tetapi, membuatmu bahagia dan merasakan kasih sayang, itulah yang Bunda tanamkan sekarang di hati Rendra.

Kalau nanti Rendra sudah besar, Bunda juga tidak sabar untuk mengenalkan Rendra kepada hal-hal baru yang nantinya membuat Rendra bertanya-tanya. Dan saat Rendra ketemu dengan lingkungan baru, jangan pernah lupa bahwa Ayah dan Bunda akan selalu mendampingi, membimbing, dan mengajarkan Rendra sampai kapanpun.

Insya Allah, Ayah dan Bunda ikhlas melakukan semuanya karena Allah SWT..

Maafin Bunda, kalau Bunda banyak melakukan kesalahan.
Maafin Bunda, kalau Bunda masih belum bisa memberikan yang seharusnya Bunda berikan.
Tapi satu hal yang pasti, selamanya Bunda akan berusaha yang terbaik. Apapun yang terjadi.

Rendra..

Bunda hanya ingin Rendra tahu, bahwa Ayah serta Bunda sangat menyayangi Rendra...


19 Februari 2016,

Sehat terus, pangeran kecilku.
Selamat ulang tahun yang ke-1, Muhammad Dirgantara Ariendra Harlino.



Love,
AS.

3.1.16

Be(tter) you.

Tidak.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu agar menjadi pribadi yang lebih baik. Itulah harapan semua manusia; agar bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari. Terdengar sangat mudah untuk diucapkan namun tidak mudah untuk dilakukan. Lalu apa yang bisa membuat kita semua menyadari bahwa semua belum terlambat?

Pergantian tahun menjadi salah satu momen dimana kita melihat apa saja yang sudah tercapai selama ini. Itu pula yang terjadi dengan saya. Tentu akan melihat kemanakah saya membawa diri ini selama saya hidup. Sudahkah menjadi lebih baik atau hanya sekedar wacana? Hanya kita dan Allah Ta'ala yang Maha Mengetahui segalanya. Namun perlu disadari, takdir tidak akan pernah ada yang tahu. Ketika kita masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara segar, bukankah Allah masih memberikan kesempatan agar bisa berubah sebelum semua terlambat?

Terdengar klise memang, namun untuk menjadi lebih baik adalah salah satu resolusi yang sangat bagus walaupun kita tidak akan pernah bisa menjadi pribadi yang sempurna. Kenapa? Karena ketika berusaha untuk menjadi lebih baik lagi, kita akan belajar untuk lebih memahami sekitar, lebih memilah mana yang baik dan buruk untuk masa depan, dan semakin mendalami ilmu yang insya Allah akan bermanfaat untuk kita.

Namun semua itu adalah pilihan, dimana kita harus lebih cermat dalam memilih mana yang terbaik untuk kita. Pilihan membuat kita belajar dan menentukan arah tujuan hidup. Baik dan buruk adalah pilihan yang kita pilih. Bukan karena orang lain, tetapi semua karena kita yang memilih.

Menjadi seorang istri dan Ibu, itulah pilihan yang sedang saya jalani sekarang.

Rumah tangga sekarang adalah prioritas utama saya. Sembari belajar untuk menjadi individu yang lebih baik dengan mempelajari ilmu lebih dalam lagi, saya juga berusaha agar bisa menjadi istri dan Ibu terbaik untuk anak-anak sampai akhir hayat. Semua karena Allah Ta'ala. Ilmu inilah yang tidak pernah saya dapatkan dari sekolah manapun melainkan dari diri saya sendiri.

Ya.

Diri kita adalah investasi pendidikan terbaik untuk menjadi suami/istri dan juga Ayah/Ibu. Mungkin di saat belum menikah, hampir tidak terpikirkan akan menjadi pasangan seperti apa nantinya, orang tua yang bagaimana. Dan inilah yang saya rasakan perbedaannya. Yang akhirnya membuat saya terbuka menyadari betapa orang tua saya selama ini sudah bersusah payah untuk membesarkan ketiga anaknya.

Juga akhirnya membuat saya sangat bersyukur karena memilih pilihan yang tepat dalam hidup..

Menikah dengan kak Dude dan juga kelahiran Muhammad Dirgantara Ariendra Harlino telah merubah hidup saya. Membuat saya semakin memaknai hidup dari sudut pandang yang belum pernah terlihat selama ini. Yang juga membuat saya sadar bahwa setiap harinya kita harus terus belajar..

Menjadi seorang Ibu, saya semakin belajar bahwa kesabaran itu tidak ada batasnya.
Saya mengerti bagaimana resahnya orang tua ketika anaknya sakit.
Saya mengerti bagaimana bingungnya orang tua untuk membukakan pintu yang cerah bagi masa depan anaknya.
Saya mengerti bagaimana repotnya orang tua dalam mengasuh anaknya.
Saya mengerti bagaimana hati, kasih sayang, dan cinta dari orang tua untuk anaknya.
Saya mengerti bagaimana jerih payah orang tua selama ini dalam mendidik anaknya.
Saya mengerti bagaimana semua ini adalah proses tiada akhir, amanah yang diberikan Allah Ta'ala adalah salah satu anugerah terindah.

Akan ada banyak onak dan duri dalam menjalani kehidupan. Begitu juga ketika harus menanamkan kesabaran. Bukanlah suatu perkara yang mudah. Apalagi saat dihadapi dengan berbagai macam pilihan yang sulit. Namun untuk menjadi lebih baik semuanya adalah proses. Meskipun kelihatannya kecil, iringi dengan do'a dan usaha.

Bersemangatlah dan teruslah berusaha.

Percaya bahwa kita selalu belajar untuk menjadi orang yang lebih baik setiap harinya. Dan harus selalu percaya bahwa segala sesuatu akan ada jalan keluarnya. Bagaimana kita menyikapinya, itulah pilihan kita.

Selamat menjadi individu yang hebat dan cermat dan lebih baik lagi :)


Love,
AS.

22.12.14

Terima Kasih, Ibu

Apa yang sudah kita berikan untuk Ibu kita tersayang?

22 Desember adalah tanggal dimana mungkin masyarakat (yang mengetahui) mengungkapkan kasih sayangnya kepada Ibu. Namun perlu diingat, mengungkapkan kasih sayang tidak hanya pada tanggal-tanggal tertentu saja. Dimanapun dan kapanpun, kita selalu bisa mencurahkan isi hati kepada orang yang kita sayang. Tetapi, jika dilihat dari sisi positifnya, hari ini bisa menjadi sedikit renungan untuk kita.

Tak terasa sebentar lagi saya akan menjadi seorang Ibu, Insya Allah. Kandungan yang sudah berusia 7 bulan ini membuat saya semakin memahami apa yang telah dilewati oleh orang tua selama ini, terutama seorang Ibu. Dalam hal ini, saya ingin sedikit bernostalgia dengan kenangan bersama orang tua. Setiap anak pasti mempunyai kenangan sendiri-sendiri terhadap sesuatu yang menyenangkan dan tidak terlupakan..

Saya teringat ketika masih kecil, Ibu saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Selalu berusaha untuk bisa membuat anaknya senang, bahagia, dan juga mendapatkan pendidikan terbaik. Ketika Daddy (sebutan saya kepada Ayah) sedang bekerja, Ibu setia menjaga ketiga anaknya yang masih bandel dan tidak bisa diatur. Kemanapun pergi, selalu dibuat repot oleh kami.

Semakin beranjak dewasa, anak akan disibukkan oleh kegiatannya masing-masing. Tentunya membuat intensitas bertemu dengan orang tua tidak seperti dulu. Sayangnya, kita sebagai anak yang beranjak dewasa seringkali tidak menyadari bahwa sampai kapanpun orang tua memiliki peranan penting dalam hidup kita. Mungkin hampir jarang terpikirkan oleh kita akan pengorbanan yang dilakukan orang tua selama ini. Sampai akhirnya saya hendak menikah..

Saat pengajian, ketika saya "pamit" kepada orang tua, disitulah saya menyadari betapa bersalahnya saya selama ini. Betapa banyak pengorbanan orang tua yang belum bisa terbalaskan. Seandainya saya bisa memutar waktu, tentu ingin sekali mengulang semua kejadian dan menghapus segala kesalahan yang pernah dibuat. Namun itu adalah hal yang mustahil. Selama hidup dari kecil hingga kini, saya adalah seorang anak yang tidak luput dari kesalahan perbuatan dan tutur kata.. Lalu bagaimana caranya untuk membalas semua kebaikan dan pengorbanan?

Sebagai seorang anak, sering sekali merasa bahwa Ibu itu terkadang cerewet, memberikan nasihat yang tiada habisnya, dan bahkan terlalu takut saat kita mau pergi kemanapun.Tetapi tidak jarang pula yang beranggapan ingin membiarkan semua omongan itu berlalu. Ada juga dalam hal lain, mungkin menangis-nangis meminta apa yang diinginkan bisa terpenuhi tanpa memperdulikan kondisi saat itu.

Tetapi apakah seorang Ibu pernah mengeluh? Tidak. Beliau ingin yang terbaik untuk anaknya. Lalu, apakah seorang anak pernah memikirkan bagaimana rasanya Ibu harus menahan sakit, melewati berbagai macam pengalaman dan berjuang sedemikian kerasnya untuk melahirkan kita?

Mungkin iya, mungkin tidak. Namun seorang Ibu terus berusaha untuk bisa membesarkan anaknya, menjadi guru terbaik agar anaknya tumbuh dengan sempurna. Pernahkah terlintas bagaimana seorang Ibu merawat anaknya saat kecil, membersihkan kotorannya, memberikan ASI, dan menjaga dengan sepenuh hati? Kita sering lupa diri. Berapa kali kita melawannya, menyakiti hatinya, mengabaikan semua perintah yang baik, atau mungkin megacuhkannya?

Apa yang akan dilakukan ketika tidak bisa lagi bersama dengan orang yang sangat berarti dalam hidup kita? Selama waktu masih ada, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk mengungkapkan isi dan kasih sayang kepada orang tua kita, orang-orang yang kita sayangi.

Mama,

Terima kasih sudah mau bersabar untuk membesarkan serta membantu Icha agar tumbuh menjadi seorang anak yang kuat. Seringkali ada perbuatan yang membuat hati Mama terluka dan ingin menangis. Banyak sekali kesempatan dimana Icha terkadang tidak mengerti atau menghargai apa yang sudah Mama lakukan. Masih teringat jelas segala kenangan indah yang terjadi.

Icha hanyalah seorang anak yang ingin membahagiakan orang tuanya. Jika ditelusuri, mungkin tidak semua apa yang diharapkan oleh Mama sudah terpenuhi. Tetapi Icha berharap semoga segala sesuatu yang telah Icha persembahkan semampu diri ini dapat membuat Mama tersenyum saat mengingatnya, bukan tangisan penyesalan.. Terima kasih atas keikhlasan, ketulusan dan kasih sayangnya.. Terima kasih untuk segalanya.

Terima kasih telah menjadi Ibu untuk Icha..

Menjadi seorang Ibu bukanlah suatu tugas yang mudah. Banyak sekali yang harus dipikirkan dan direncanakan sedemikian rupa sampai nanti buah hati ini terlahir di dunia. Namun saya menyadari bahwa ini adalah satu tahap dimana kebesaran sebagai seorang wanita sedang diuji. Dan inilah kodrat sebagai seorang wanita.

Janganlah pernah memandang sebelah mata ketika seorang wanita menjadi Ibu Rumah Tangga, karena sesungguhnya tidak ada satu pekerjaan pun yang mudah di dunia ini. Menjadi seorang Ibu, adalah pekerjaan yang tidak akan pernah diajarkan di sekolah manapun. Allah SWT sudah mengatur segalanya. Tidak ada yang perlu disesali karena sesungguhnya kebahagiaan (akan) menjadi seorang Ibu, sungguh luar biasa hebatnya...

Ya Allah,

Jadikanlah diri ini sebagai sekolah terbaik untuk anakku
Masih banyak sekali yang harus hamba pelajari dan pahami untuk mendidik seorang anak
Tidak ada yang sempurna di dunia ini, tetapi hamba akan melakukan yang terbaik sebagai seorang Ibu

Insya Allah..


Selamat hari Ibu, kepada seluruh Ibu dan calon Ibu...


Love,
AS







8.4.14

Kita Untuk Selamanya.

22 Maret 2014.


Adalah salah satu hari yang paling bersejarah dalam kehidupan saya. Hari dimana saya mengikat janji pernikahan dengan orang yang selama ini tidak saya sangka-sangka akan menjadi jodoh saya. Seseorang yang selama ini saya anggap seperti kakak saya sendiri, ternyata menjadi pasangan hidup saya yang akan saya jaga sampai akhir hayat, Insya Allah. Dan seseorang tersebut bernama Dude Harlino. Tulisan ini akan saya berikan kepada suami saya, yang dimana telah memilih saya untuk menjadi pendamping hidupnya.

Tepat 17 hari (terhitung dari tanggal saya menulis tulisan ini) resmi sudah saya menjadi istri dari kak Dude. Ya, saya masih memanggilnya dengan sebutan kak karena saya rasa tidak perlu diubah segala sesuatu yang telah membuat kami nyaman. Segala sesuatunya terasa seperti mimpi; Sampai saat ini saya masih tidak menyangka bahwa semua proses yang kami alami berjalan begitu alami dan cepat tanpa adanya halangan yang memberatkan. Alhamdulillah, semua dilancarkan. Pada hari itu, saya merasa menjadi perempuan yang sangat bahagia dan juga sangat bersyukur atas dipertemukannya sekaligus diikatnya tali kasih sayang kami berdua dalam sebuah kehidupan baru.

Akad nikah dilaksanakan pukul 09.00 WIB di Gedung Sasana Kriya, TMII. Bisa tidur? Tidak. Saya sangat deg-degan. Antara tidak sabar untuk melihat wajah calon suami saya saat itu dan juga rasa deg-degan yang luar biasa hebatnya menjadi satu. Semua bercampur aduk. Entah apa yang akan terjadi di beberapa menit kemudian, saya pasrahkan kepada Allah SWT. Saya hanya berdoa agar semua berjalan dengan lancar dan juga memohon agar kak Dude diberikan kekuatan saat mengucapkan Ijab Qobul. Saya tidak bisa berpikir apa-apa lagi. Yang hanya saya pikirkan adalah untuk tidak berhenti berdoa karena saya baru bisa bertemu suami saya ketika status kami sudah berubah. Sampai akhirnya prosesi akad nikah mulai berjalan..

"Saya terima nikahnya Anindya Alyssa Soebandono binti Joni Pasifiano Soebandono dengan mas kawinnya tersebut tunai"

 Ketika kalimat tersebut diucapkan, saya hanya bisa menundukkan kepala dan memejamkan mata. Sesekali saya melirik kearah layar yang ada disamping saya untuk melihat prosesinya. Sampai saya mendengar kata SAH, saya merinding begitu juga langsung menitikkan air mata dan mengucapkan Alhamdulillah.. Kami telah resmi menjadi suami istri. Dan saya pun diberi kode untuk bersiap-siap keluar dari tempat saya menunggu untuk mendengarkan nasihat pernikahan dan juga untuk pertama kalinya, saya bertemu dengan imam dalam hidup saya, suami  yang sholeh yang sangat saya sayangi..

Bahagia dan haru sangat saya rasakan dalam prosesi ini. Semua doa yang saya panjatkan Alhamdulillah didengar dan diberikan jawabannya oleh Allah SWT. Bertemu suami untuk pertama kalinya, adalah perasaan yang tidak pernah bisa saya gambarkan kebahagiaannya. Saya melihat senyumnya, saya melihat ketulusannya, saya melihat betapa besar keinginannya untuk menjaga dan segera membangun rumah tangga ini agar menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah. Saya tatap matanya dan tak hentinya saya bersyukur karena sekarang telah menjadi pasangan suami istri. Ya, ini semua kenyataan. Saya, Anindya Alyssa Soebandono, telah resmi menikah dengan Dude Harlino.

Kemudian berlanjut kepada prosesi adat panggih. Disini saya benar-benar merasakan bahwa semua ini bisa terlaksana karena adanya restu dari orang tua kami. Tanpa orang tua, kami bukan siapa-siapa. Bapak dan Ibu kamilah yang telah mendidik kami sampai kami dewasa. Dan sangat bisa dirasakan ketika proses sungkeman, dimana saya memohon izin dan doa kepada orang tua saya dan juga orang tua dari kak Dude agar ikhlas serta mendukung kami agar bisa kuat menjalani rumah tangga ini. Seandainya saya bisa mengutarakan semuanya, saya utarakan saat itu juga betapa besarnya rasa terima kasih dan hormat saya kepada orang tua dan betapa tingginya saya junjung restu orang tua untuk kelancaran semuanya.

Daddy & Mama dan juga Papa & Mama,

Kami sangat berterima kasih atas restu yang diberikan untuk kami berdua. Terima kasih sudah mau bersabar untuk membesarkan kami selama ini, membantu kami untuk tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah. Terima kasih untuk selalu mengingatkan betapa besarnya arti kehidupan ini. Seringkali perbuatan kami mungkin membuat hati terluka. Namun sampai kapanpun, kami akan selalu memikirkan orang tua kami. Terima kasih atas segala kasih sayang serta nasehat yang telah diberikan. Terima kasih.. karena telah menjadi orang tua kami. Kini kami telah resmi menjadi sepasang suami istri. Insya Allah, kami akan menjadi sahabat, suami dan istri yang bertanggung jawab, serta saling membimbing untuk membina rumah tangga yang Sakinah Mawaddah Wa Rahmah. Niat kami untuk beribadah bersama, melengkapi satu sama lain dan juga menjalankan sunnah Rasulullah SAW. Kami memohon doa restu, agar ridho dan rahmat Allah SWT selalu menyertai kami dalam membangun rumah tangga yang bernafaskan islami. Aamiin...



Setelah semua prosesi akad dan adat panggih selesai, saya masih tidak menyangka bahwa sekarang semua sudah berubah. Bahwa sekarang saya seorang istri yang mempunyai tanggung jawab baru, seorang istri yang mempunyai suami yang insya Allah akan menjadi pemimpin yang kuat dan membimbing ke arah yang lebih baik. Namun semua belum selesai sampai disini. Masih akan ada acara resepsi pernikahan kami yang diselenggarakan di hari yang sama pada pukul 19.00 WIB. Saya pun bersiap-siap..

Sebelum memulai acara, saya dan kak Dude melaksanakan sholat Maghrib berjama'ah. Ada perasaan berbeda saat itu. Untuk pertama kalinya kami sholat berjama'ah sebagai suami istri. Perasaan yang sama sekali tidak bisa digambarkan oleh kata-kata. Perasaan bahagia karena menyadari bahwa kami bisa sholat berjama'ah mulai dari detik tersebut sampai akhir hayat kami. Alhamdulillah.. Saya mempunyai seorang iman yang sholeh..

Pukul 19.00 WIB, kami memasuki ruangan menuju pelaminan. Prosesi tersebut sangatlah sederhana. Tidak ada ritual apa-apa selain diiringinya kami berjalan dengan alunan lagu yang sangat indah yang dibuat oleh sahabat saya, Natasha Chairani. Lagu yang dimana sudah dibuat sejak saya memutuskan untuk menikah, yang mewakili perjalanan hidup saya dan juga suami saya dalam mencari pasangan hidup dan mewakili perasaan kami.. Lagu yang sangat indah yang menjadi kado pernikahan darinya untuk saya dan suami. Sampai akhirnya tiba dilirik berikut...

"Kini kuberi hidupku genggam tanganku. Ku ikuti arahmu kemanapun kau melaju, kita kan bersama.."

Dengan musik yang masih mengiringi, kami sampai diatas pelaminan dan saya memandang kearah suami saya. Saya melihat dirinya sedang tersenyum bahagia sambil menggenggam erat tangan saya. Seketika saya tidak kuasa menahan haru. Saya merasakan bahwa ini semua sungguh keajaiban Allah dan sangat bersyukur bisa memandang wajah suami saya dengan sangat dekat. Saya meneteskan air mata bahagia. Tidak pernah sedikitpun terpikirkan oleh saya bahwa seseorang yang menjadi pasangan hidup saya telah saya kenal selama 10 tahun. Dan di detik ini lah saya merasakan kembali, kak Dude melengkapi saya..

Kata sambutan yang dibuka oleh kak Dude sungguh indah. Ketika sudah selesai berdoa bersama, kami saling berpandangan dan kening saya dikecup oleh suami saya. Sungguh suatu hal yang sangat membuat saya merasakan kasih sayangnya yang halal, yang tulus..



Acara resepsi berlangsung dengan lancar sampai pukul 23.00 WIB. Selesai sudah semua rangkaian acara yang telah dirancang selama kurang lebih 5 sampai 6 bulan ini. Terima kasih kepada Allah SWT yang senantiasa menjawab doa kami serta atas ridho dan rahmatNya. Kami juga sungguh berterima kasih kepada seluruh tamu undangan yang menghadiri acara resepsi kami. Sungguh suatu kebahagiaan untuk kami berdua bisa berbagi kesenangan dengan semuanya. Terima kasih juga terutama kepada teh Rina Gunawan dan tim dari RG Wedding Organizer  juga Meriah Dekorasi yang sukses membantu kami dalam segala hal hingga akhir acara. Tanpa bantuan dari teh Rina dan tim, acaranya tidak mungkin berjalan seperti ini. Kemudian spesial terima kasih juga untuk Natasha Chairani, seorang sahabat yang sudah menjalin persahabatan ini selama 13 tahun, atas kado pernikahan yang sangat indah. Lagu tersebut akan selalu menjadi soundtrack dalam perjalanan kami. Terima kasih untuk keluarga besar saya dan kak Dude yang juga sudah banyak sekali membantu kami untuk membuat acara ini berjalan dengan lancar. Kemudian kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat kami yang turut membantu dari prosesi lamaran sampai resepsi. Juga kepada seluruh pihak lainnya yang sudah membantu kami selama ini yang kami tidak bisa sebutkan satu persatu. Terima kasih banyak..

Ya. Sekarang cerita kami akan dimulai.. Cerita dimana kami mengisi suatu buku kosong yang akan ditulis dengan warna warni kehidupan rumah tangga. Kehidupan yang saya yakini akan terjalin dengan indah.. Kehidupan Icha dan kak Dude..



Teruntuk suami Icha yang sholeh..

Icha sangat bersyukur karena kak Dude telah menjadi bagian dari hidup Icha. Menjadi seseorang yang siap mendengarkan segala keluh kesah Icha, segala hal yang terjadi dalam hidup Icha, dan menjadi seseorang yang akan berjalan bersama dijalan yang benar, jalan yang akan membawa kita ke arah yang indah. Tidak pernah menyangka bahwa hidup Icha akan selengkap ini dengan adanya kak Dude.

Terima kasih telah menjadi seseorang yang membuat Icha merasakan setiap harinya ketika bersama-sama tidak ingin berakhir..
Terima kasih telah menjadi pasangan hidup Icha, yang dimana menjadi tempat Icha bersandar untuk tertawa, menangis, tersenyum, dan melakukan segala kegiatan bersama-sama..
Terima kasih karena telah menerima Icha apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan Icha.. Icha akan belajar setiap harinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik..
Terima kasih karena telah membimbing Icha selama ini dan bersedia untuk menjadi imam di dalam rumah tangga ini.
Langkah ini adalah langkah awal kita untuk menuju surga Allah SWT, karena niat kita untuk beribadah..

Banyak hal yang masih harus diperbaiki dan Icha tidak bisa janjikan apa-apa.. Tapi insya Allah Icha akan menjadi istri yang setia untuk kakak, menjadi ibu yang bijak untuk anak-anak kita nanti ketika rezeki tersebut sudah diberikan oleh Allah SWT, dan menjadi makmum yang akan selalu mendoakan serta mengamini semua doa yang dipanjatkan.. Aamiin.

I love you, suamiku.

Pastikan, kita untuk selamanya......

D & A


9.3.14

Fake Account

Kesekian kalinya saya harus mengkonfirmasi agar tidak ada yang terjebak segala sesuatu yang di post melalui account tersebut.

Dalam hal ini, saya hanya ingin memberi tahukan kepada semua, dan mudah-mudahan tulisan saya ini dapat disebarkan kepada semua yang tertipu atau menganggap bahwa account tersebut adalah punya saya. Mungkin memang, tidak ada salahnya karena pasti akan selalu ada orang yang iseng atau mengaku-ngaku. Hanya saja, saya tidak ingin (terlebih ketika membicarakan sesuatu yang bersifat pribadi) ada yang salah diberitahukan.

Twitter account @alysa_sobandono dan @alisyasoebando1 adalah palsu. Saya sampai detik ini tidak mempunyai Twitter Account, Ask.fm, Facebook, ataupun social media lainnya. Yang saya punya hanyalah Blog ini untuk bercerita kepada masyarakat mengenai kehidupan saya, Path teruntuk orang-orang terdekat saya, dan Instagram ( @ichasoebandono ) untuk keseharian. Saya harap, orang-orang iseng yang mengaku sebagai saya melihat posting-an ini dan merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang tidak benar.. :) Kasihan, kalau sampai banyak yang tertipu.

Kalaupun suatu hari nanti saya buat account di social media, saya tentunya tidak akan mengubah nama keluarga saya seenaknya. Karena saya sangat menghargai nama yang sudah diberikan untuk saya begitu juga dengan nama Alyssa. Tidak akan pernah saya menyingkat, mengubah, atau melakukan sesuatu terhadap nama Soebandono. Juga, saya tentunya akan memakai foto-foto yang datang dari camera atau smartphone saya sendiri, bukan foto-foto yang diambil dari Internet atau sudah di upload oleh orang lain terlebih dahulu :)

Semoga, klarifikasi yang saya buat ini cukup jelas untuk masyarakat yang bertanya-tanya. Terima kasih atas bantuan semuanya untuk menyebarkan hal ini kepada yang lain, karena itu sangat membantu saya. Terima kasih juga untuk seluruh masyarakat yang sudah peduli dan turut mendoakan saya. Saya juga mendoakan agar kita semua bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat untuk orang lain dan diberikan kemudahan agar segala sesuatu yang telah direncanakan berjalan dengan lancar atas izin Allah SWT. Aamiin.


Have a good day! :)


Love,
AS


Twitter account palsu @alysa_sobandono beserta Ask.fm-nya.

Twitter account palsu lainnya @alisyasoebando1

11.12.13

Finally! :)

Selasa, 10 Desember 2013.

Alyssa Soebandono, B.A (Global), MSi

Alhamdulillah....

Sama sekali tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata apa yang sampai saat ini saya rasakan. Untuk bercerita pun saya tidak tahu harus mulai dari mana. Tetapi yang pasti, hari ini adalah menjadi salah satu hari paling bersejarah dalam hidup saya, karena saya sudah dipastikan mendapat Gelar MSi :):):)

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Allah SWT karena telah membukakan pintu rezeki dan juga memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa merasakan kebahagiaan ini. Lalu saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada orang tua dan juga keluarga saya yang selalu setia mendukung dan menemani saya dalam segala proses yang saya lalui hingga bisa dititik sekarang. Tidak lupa juga untuk orang-orang terdekat saya, yang telah memberikan dukungan secara positif dan tanpa kenal waktu dan juga henti, karena tanpa dukungan dan semangat tersebut, saya tidak bisa berada di titik sekarang. Kemudian, saya juga sangat mengucapkan banyak terima kasih kepada ASL dan juga masyarakat di luar sana yang terus menerus mendukung saya dan memberikan saya semangat untuk menyelesaikan studi saya ini.

Sebelumnya saya minta maaf kalau mungkin posting-an kali ini akan cukup panjang, karena saya tidak tahu bagaimana harus memberhentikan ceritanya. Jadi saya pikir, biarlah semuanya mengalir apa adanya. Kalau memang tidak suka, mungkin tidak usah membaca tulisan saya ini karena hanya akan membuang waktu saja.. :)

Mungkin banyak juga masyarakat yang terbengong-bengong karena tidak mendengar berita bahwa saya meneruskan kuliah, atau mungkin bahkan banyak juga yang tidak tahu bahwa saya sudah lulus S1 terlebih dahulu. Saya memang merasa tidak perlu membesar-besarkan hal tersebut, namun karena sekarang moment-nya bertepatan dengan wisuda S2 saya, saya akan bercerita sedikit tidak apa-apa yah...

Jadi seperti inilah perjalanan pendidikan saya versi lengkapnya dalam menempuh gelar Magister Ilmu Komunikasi.... Hehe.

Saya lulus S1 dari Monash University pada tanggal 13 Desember 2011 dan setelah itu saya langsung pulang ke Indonesia. Selang beberapa bulan, niatan saya untuk melanjutkan S2 sudah ada. Ada beberapa Universitas yang saya pilih namun akhirnya saya memilih LSPR karena ketika saya diterima dan Alhamdulillah mendapatkan full scholarship, program S2 nya dimulai pada tanggal 17 Maret 2012.

Waktu terus berlalu, dari awal saya sudah mengetahui bahwa program S2 yang diberikan oleh LSPR itu akan memakan waktu selama 1,5 tahun. Saya ambil jurusan Corporate Communication. Banyak sekali hal-hal baru yang saya temukan saat proses belajar ini. Mulai dari adaptasi dengan lingkungan yang baru, mendapatkan teman-teman baru, mendengarkan dan menyimak perjalan masing-masing individu dengan segala macam pekerjaanya, dan masih banyak lagi..

Di semester 1, ada satu mata kuliah yang bernama Strategic Issues Management. Dalam mata kuliah tersebut, seluruh mahasiswa wajib mengerjakan tugas akhir yang berbobot 50% dan tugas tersebut akan dinilai oleh Edith Cowan University, Australia. Alhamdulillah, suatu hari ketika sudah mendapatkan nilai untuk tugas tersebut, saya di kirimkan e-mail oleh akademik dan menyatakan bahwa saya salah satu yang mendapatkan nilai High Distinction dan akan menerima award bersama beberapa mahasiswa lainnya. Senang sekali rasanya mendapatkan "bonus" dari hasil kerja keras saya.. Tetapi semua tidak berhenti disitu. Justru saya harus bekerja lebih dan lebih lagi.

Dalam program S2, setiap mahasiswa diwajibkan untuk menulis tugas akhir yang disebut dengan Thesis atau Non-Thesis. Saya memilih untuk menulis Thesis dengan topik yang menarik untuk saya (tentunya berhubungan dengan komunikasi). Berbagai macam proses harus saya lalui, termasuk menulis Thesis dibarengi dengan kegiatan shooting yang waktunya cukup menyita saat proses pembuatan Thesis. Walaupun pada akhirnya saya mendapatkan ruang waktu untuk menyelesaikan semuanya, saya bersyukur karena bisa selesai tepat waktu. Pada akhirnya, final draft Thesis saya diserahkan pada tanggal 26 Juli 2013.

16 Oktober 2013. Hari yang membuat saya stress setengah mati. Hari yang membuat saya tidak bisa tidur dengan nyenyak, deg-degan, sakit perut, dan segala macamnya. Ya. Saya dijadwalkan untuk melaksanakan Thesis Defense pada hari ini. Inilah akhir dari perjalanan S2 saya. Kalau saya gagal, saya harus berusaha lebih lagi dan tidak boleh menyerah. Saya deg-degan setengah mati karena saya takut dibantai dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjebak. Maklum, namanya juga mahasiswa pasti kita mempunyai pikiran-pikiran negatif mengenai sidang dan panelis nya (Jangan seperti ini ya! Percaya sama kemampuan kita sendiri itu lebih baik). Panelis saya ada 3 orang saat itu yang terdiri dari Prof. Alois Agus Nugroho, Ph.D, Amalia E. Maulana, Ph.D, dan Dr. Rino F. Boer. Setelah melalui proses sidang selama kurang lebih 1 jam, saya disuruh menunggu diluar ruangan karena panelis akan berdiskusi. Beberapa menit kemudian saya dipanggil masuk lagi, dan syukur Alhamdulillah....... Saya dinyatakan lulus! :") Saat panelis menyebutkan saya lulus, spontan saya teriak "Alhamdulillah!" dan semua langsung tertawa. Saya juga meneteskan air mata bahagia karena perjuangan dan kerja keras saya selama ini tidak sia-sia.. Setelah diberikan waktu 2 minggu untuk revisi dan juga mencetak hard cover, 30 Oktober 2013 adalah hari terakhir dari perjuangan saya untuk S2 ini. Karena saya sudah menyelesaikan kewajiban saya sebagai mahasiswa.

Lega rasanya ketika mengetahui bahwa perjuangan saya berakhir dengan manis. Namun ternyata, semua tidak berhenti disitu. Suatu hari, saat saya sedang jalan bersama kakak ipar saya, saya mendapatkan telepon dari akademik. Saya sempat bingung karena sepengtahuan saya, semua urusan dan proses sudah saya selesaikan dan tinggal menunggu hari wisuda. Namun ternyata, telepon tersebut untuk memberitahu bahwa saya terpilih menjadi salah satu kandidat "The Best Students" untuk program Post-Graduate Programme LSPR Jakarta dan diharuskan untuk mengikuti prosedur interview yang ternyata digunakan sebagai salah satu persyaratan untuk dipilihnya Best of the Best student. Maka saya ikutilah semua prosedur itu...

Dan..... Sekarang adalah harinya. Hari dimana saya dilantik menjadi lulusan Magister Ilmu Komunikasi. Hari dimana saya membuat orang tua saya dan juga orang-orang terdekat saya tersenyum bahagia. Hari dimana saya sangat bersyukur atas segala sesuatu yang telah Allah berikan untuk saya..

Ketika nama saya disebutkan karena menjadi salah satu kandidat The Best Students, saya naik ke atas panggung dan tersenyum. Tidak ada perasaan ingin mendapatkan dan menjadi yang terbaik karena menurut saya banyak yang lebih baik.. Lalu tiba-tiba saya mendengar MC menyebutkan nama saya sebagai Best of the Best student untuk Post-Graduate Programme 2013. Saya bengong. Masih tidak menyangka sama sekali. Ini beneran? Dan ya, ini semua benar terjadi.. Speechless. Terima kasih, ya Allah..... :")

Lengkap sudah semuanya terjadi berentetan. Dalam kesempatan ini, saya tidak henti-hentinya mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT karena usaha saya selama ini tidak sia-sia dan bisa lulus S2 di usia saya yang masih 21 tahun (menjelang 22 beberapa minggu lagi). Dan tidak lupa juga saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Prita Kemal Gani beserta staff LSPR yang telah membantu dan turut mendukung saya selama ini. Terima kasih telah memberikan saya kesempatan untuk menjadi bagian dari LSPR. Terima kasih juga kepada para dosen yang selama 1,5 tahun mengajarkan saya banyak hal baru yang tidak saya ketahui sebelumnya dan membuka pandangan saya. Kepada Pak Rino, saya juga berterima kasih atas bimbingan bapak selama saya mengerjakan Thesis. Terima kasih waktunya mau direpotkan oleh saya. Hehehe.... Untuk teman-teman sekelas saya, selamat kepada yang sudah wisuda kemarin dan tetap semangat untuk yang belum menyelesaikan.. Semoga cepat nyusul yaa! :)

Satu hal yang saya dapat dari ini semua.. Dimanapun kita menuntut ilmu, percayalah pasti akan ada suatu hal positif yang akan kita dapatkan. Ketika orang-orang meremehkan tempat kita belajar, atau menggampangkan semuanya, buktikannlah dengan prestasi yang hebat. Jadikanlah diri kita sebagai seseorang yang bisa mematahkan itu semua. Kita harus membuat diri kita bangga mendapatkan "hadiah" yang dikarenakan hasil kerja keras kita sendiri. Karena yang terpenting itu tidak hanya sekedar dimana kita menuntut ilmu, tetapi ada hal yang lebih penting dari itu semua.. Yaitu bagaimana kita menerapkan dan menggunakan ilmu yang sudah didapat agar berguna untuk masyarakat. Semua tidak berhenti disitu saja. Tetapi justru, sesuatu yang baru telah menunggu kita untuk melakukan suatu gerakan yang positif. Percayalah, sekecil apapun hal positif yang kita lakukan, akan lebih bermakna dibandingkan tidak melakukan apapun.

Begitulah cerita dari kegiatan saya selama ini. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Dan jangan lupa, tetap semangat. Tidak ada yang terlambat! :)


Corporate Communication students, Batch 17/EXE.

Setelah dinyatakan lulus sidang :")

Surprise yang dirancang oleh keluarga dan orang terdekat setelah momen kelulusan sidang.

Teman-teman seperjuangan yang juga lulus dan wisuda bersama.

With the great thesis advisor, Dr. Rino F. Boer
My parents, Pak Rino, Pak Victor, and I. 
Award for High Distinction in Strategic Issues Management

Alhamdulillah.... :')


Terima kasih mau meluangkan waktu untuk berbagi kebahagiaan bersama saya.. Have a great day!

Love,
AS




7.12.13

Little things that matter most

Apa salah satu hal yang mungkin kita tahu tidak baik untuk dilakukan tapi tetap saja dilakukan karena rasa penasaran yang tinggi? Membicarakan hal yang tidak ada sangkutannya dengan diri kita sama sekali. Hal tersebut adalah hal yang bisa dikatakan sangat susah untuk dihindari karena kita selalu kepo. Dan ketika kita sudah mengetahui semuanya, kita langsung men-judge sesuatu. Padahal itu adalah bukan hal yang baik.

Lalu apa yang kita rasakan setelah men-judge orang? Senangkah? Biasa sajakah? Atau mungkin merasa kita perlu "habisi" orang itu dengan segala suatu yang ada di pikiran kita mengenai orang tersebut?

Sok alim? Tidak. Sok merasa benar? Tidak juga. Lalu kenapa saya menulis hal-hal seperti diatas? Saya menulis seperti ini karena saya juga menjadi salah satu bagian dari orang-orang tersebut. Sangat mudah untuk kita semua men-judge sesuatu berdasarkan penglihatan kita tanpa mengetahui ini itunya terlebih dahulu. Tapi dengan kita men-judge orang seperti itu, apakah diri kita sudah yang paling benar?

Asumsi yang kita punya terhadap orang lain bukan berarti yang paling benar. Bagaimana kalau ternyata asumsi kita salah? Bagaimana kalau ternyata semuanya jauh berbeda dari apa yang kita pikir tadinya seperti itu? Bagaimana kalau kita merasakan apa yang dirasakan oleh orang tersebut? Apakah baru akan meminta maaf ketika semua asumsi itu terpatahkan? Bukankah alangkah lebih baik jika kita melakukan sebaliknya? Dalam arti kata, berpikir lagi sebelum mengeluarkan asumsi kita seenaknya. Susah memang, saya juga sangat memahami itu. Tapi tidak ada salahnya mencoba.

Banyak sekali perkataan dan juga perbuatan saya yang mungkin menyakiti hati orang lain dan itu termasuk pula ketika saya men-judge orang dengan seenaknya saja. Meminta maaf memang mudah, tapi bagaimana dengan rasa bersalah? Masa iya kita mau terus menerus terlambat menyadari dan menyesalinya? Karena, pasti ada titik dimana kita tidak akan peduli dengan segala perkataan dan juga tulisan yang terkesan klise, namun, akan ada saatnya pula dimana kita menyadari bahwa semua yang terkesan klise itulah justru yang seharusnya ditanamkan sejak awal.

Saya menulis seperti ini, karena saya tidak ingin kita semua terlambat menyadari. Memang tidak ada kata terlambat karena semua membutuhkan proses. Tetapi dalam proses itu, dibutuhkannya kesadaran terlebih dahulu. Kalau kita merasa sudah sadar, kita tidak akan mengulangi yang jelek-jelek tentunya. Ini semua tidak hanya berlaku didalam perkataan dan perbuatan, tetapi juga dengan segala sesuatu yang bersangkutan dengan kehidupan kita seperti Internet (Social Media), lingkungan sekolah, kerja, keluarga, dan masih banyak lagi. Kita sibuk membuka membuka kejelekan dan membicarakan orang lain, tetapi kita juga lupa dengan kejelekan diri kita sendiri..

Tulisan ini bukanlah untuk mengatakan bahwa saya paling benar karena memang tidak, tetapi itulah yang saya rasakan dan pikirkan. Ketika saya sudah menyadarinya, kenapa saya tidak coba berbagi dengan yang lain? Think before you judge someone or something. Itu kalimat yang mungkin sangat mewakili semua yang saya tulis ini. Anda pasti sudah mendengarnya ribuan kali, tapi berapa kali anda pernah melakukan hal tersebut? Benarkan diri anda terlebih dahulu, barulah kita bisa membenarkan hidup orang lain.

Saya tidak sempurna, dan tidak akan pernah sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Tetapi yang perlu dilakukan oleh kita semua adalah belajar. Belajar untuk menjadi lebih baik, dan salah satunya adalah merubah hal-hal kecil (yang mungkin untuk sebagian orang tidak penting) menjadi lebih baik. Seperti contoh, tidak mengurusi hal yang tidak ada urusannya dengan dirinya. Insya Allah kita bisa menjadi orang tersebut..



Kata-kata diatas mungkin bisa dipikirkan lebih jauh dan menjadi pilar dalam menyusun kata-kata, pikiran, dan perbuatan. Berusahalah untuk menjadi contoh untuk orang-orang. Jangan hiraukan ketika mereka tetap melakukan hal yang tidak baik, karena kalau kita berniat untuk berubah, tidak perlu menunggu teman. Ubahlah semuanya sendiri, dengan tujuan dan keyakinan bahwa itu semua menuju yang lebih baik.. Jangan mengira bahwa hal-hal kecil tidak ada pengaruhnya untuk kehidupan... :)




Love,
AS





17.5.13

Yang Muda Yang Bercinta (YMYB)



Kalau lihat dari judul nya, tentu sudah tahu apa yang saya maksud kan? Yap. Sinetron terbaru yang saya lakukan dengan Christian Sugiono, Yasmine Wildblood, Samuel Rizal, Mieke Wijaya, Cut Keke, Omaswati dan masih banyak lagi. Bagi yang sudah atau bahkan selalu setia menonton, saya ucapkan terima kasih banyak. Tanpa dukungan kalian, kami tidak akan bisa bertahan selama ini.

Ya, tepat tanggal 16 Mei 2013, adalah hari terakhir dimana saya dan seluruh pemain juga kru YMYB melakukan kegiatan hari terakhir shooting. Sedih? Tentu. Sebuah projek terbentuk karena adanya kerjasama diantara semua department yang bekerja keras demi kebaikan semuanya. Saya merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan waktu untuk bekerja dengan orang-orang yang sebelumnya saya pernah bekerja bareng ataupun dengan orang-orang baru. Semua terasa seperti keluarga.

Penantian yang cukup lama, akhirnya berakhir juga. Dari yang mulanya judulnya Pengantin Baru Remaja, sampai akhirnya berubah menjadi Yang Muda Yang Bercinta. Begitu juga dengan episode 1 yang revisi skenario sampai akhirnya berhenti di draft 13 dan lanjut ke episode-episode selanjutnya. Dan klimaksnya adalah begitu mendapatkan kabar bahwa kita akan tayang di jam 17:00 WIB.

Awal sih kaget. Sangat. Karena tidak pernah ada satu sinetron pun (di masa sekarang yang dengan trend stripping + selalu di tempatkan di slot prime time untuk sinetron baru) yang di taruh di jam tersebut dari awal tayangan. Tapi sepertinya keputusan tersebut tidak dapat diubah. Kita tetap tayang di jam tersebut. Jam yang dimana orang masih ada di kantor, di jalan terjebak macet, belum sampai rumah, dan lain-lain. Stasiun TV yakin baha kita bisa mendobrak jam non-prime time tersebut untuk menjadi sebuah tontonan. Dan, yang diperhatikan adalah share, bukan rating. Sempat bertanya-tanya juga kenapa, dan ada pikiran pesimis bahwa kita tidak akan berbuntut panjang. Pikiran hanya sekitar 30 episode. Itupun sudah Alhamdulillah. Namun pada akhirnya kita tetap ikhlas apapun yang terjadi karena yang terpenting kita berusaha memberikan yang terbaik yang kita bisa.

11 Februari 2013 adalah hari pertama dimana kita pertama kali tayang. Senang tentunya. Tapi juga deg-degan. Dan Alhamdulillah, besok harinya mendapatkan kabar bahwa kita peringkat 8 dengan share 17.6. Tidak boleh cepat puas tentunya. Kita pun menjadi semangat shooting dengan mendengar kabar tersebut. Sampai akhirnya selama lebih dari 65 episode, share sinetron YMYB sangat bagus untuk di jamnya. Kita pernah mencapai share lebih dari 25. Segala sesuatu yang kita sama sekali tidak sangka. Turun naik tentunya pasti ada, karena kita tidak bisa juga memaksa orang untuk menonton kalau memang mereka tidak suka salah satu aspek dari sinetron yang sedang ditayangkan baik itu dari cerita ataupun pemain atau hal-hal lain.

Setelah 3 bulan tayang, ternyata kita mendapatkan kabar yang tentunya semua tidak ingin dengar. Yaitu kata BUNGKUS. Kerasa sangat cepat sih karena sepertinya baru kemarin kita tayang tapi tiba-tiba sudah mau selesai saja. Sedih tentunya ketika kita semua diberitahu berita itu. Tapi apa daya. Memang itu yang akan terjadi. Ada hal-hal yang membuat YMYB harus selesai. Terima atau tidak, kita harus terima. Karena ada awal,  tentu ada akhir. Maka kami mempersiapkan segala sesuatu untuk mengakhiri semuanya dengan baik. Setelah shooting scene terakhir selesai, kita semua bertepuk tangan dan bersorak "terima kasih atas kerja samanya selama ini". Dan kita melakukan adegan tersebut di Rumah Betawi (Rumah Aliya). Ada alasannya kenapa kita menyelesaikan semuanya dirumah tersebut. Karena Rumah Betawi adalah tempat dimana scene 01 episode 01 ditayangkan. Dan di rumah itu pula kita semua mengadakan selametan atas tayangnya YMYB dan 50 episode-nya YMYB.

Meluncur menuju tempat perpisahan, disitulah kita semua merasa seperti keluarga. Melihat seluruh pihak yang sudah bekerja keras selama ini demi keberhasilan kita semua. Dan tidak afdol rasanya kalau tidak menyanyikan lagu soundtrack sinetron kami sendiri, Hidup Untukmu Mati Tanpamu by Noah. Saya dan Yasmine pun ditodong untuk nyanyi dan untuk mengakhiri semuanya, kami nyanyikan lagu tersebut..

Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak untuk kru dan pemain YMYB yang sudah bekerja keras selama ini. Kita kompak bukan karena terpaksa, tetapi kita kompak karena kita bersama-sama ingin menjadikan YMYB sebuah keberhasilan. Dan kita membuktikannya. Kita berhasil menjadi pionir di jam 17:00 WIB. 94 episode bukanlah suatu hal yang mudah untuk diraih, ditambah dengan rating yang sangat mempengaruhi tayangan.

Kita bekerja bukan demi panjang atau pendeknya episode. Tetapi untuk memberikan dan membuktikan bahwa kita beda dan kita bisa mematahkan segala spekulasi untuk sinetron yang tayang di jam 17:00 WIB. Untuk tayangan di jam segitu, keberhasilan yang sudah YMYB raih sangatlah membanggakan. Dan itu semua berkat bantuan dari seluruh pihak yang mendukung. Terima kasih untuk RCTI yang sudah memberikan kita kesempatan untuk memberikan tayangan yang (mudah-mudahan) disukai oleh seluruh penonton dan juga membekas untuk mereka. Tidak lupa juga terima kasih sebanyak-banyaknya untuk YMYB Lovers, ASL, Zwieners, Yasmine FC, dan juga para penonton semuanya. Maaf kalau dengan selesainya YMYB membuat kalian kecewa atau sedih.

Hari Jumat, 17 Mei 2013, adalah hari dimana kita semua bisa menyaksikan Yang Muda Yang Bercinta tayang untuk terakhir kalinya. Saya berharap, semoga penonton suka dan senang dengan ceritanya. Kalau kangen, silahkan putar OST Sinetron kami yaitu Hidup Untukmu Mati Tanpamu - Noah. 

Akhirnya, selesai juga Yang Muda Yang Bercinta. Untuk seluruh kru, maaf kalau saya ada kesalahan baik kata ataupun perbuatan yang disengaja maupun tidak. Terima kasih atas kekompakkan yang telah diberikan selama ini. Semoga kedepannya tetap bisa menjaga sistem "Shooting Sehat" dan juga ritme yang sehat yah. Semoga kita bisa bertemu di project lain. Untuk tim penulis, terima kasih atas ide-ide yang disalurkan ke dalam skenario YMYB. Banyak yang gokil, banyak juga istilah baru, walaupun terkadang suka buat deg-degan ketika skenario belum turun, tetapi kalian sudah melakukan yang terbaik untuk YMYB. Untuk seluruh pemain, terima kasih atas dukungan dan bantuannya selama ini. Alhamdulillah tidak ada cek-cok ataupun perkelahian diantara kita semua.. (:

Untuk membantu meringkas keseluruhan episode, saya akan menuliskan istilah-istilah yang saya dapat selama shooting YMYB:

1. Menurut Adit, Aliya itu cewek SeKuTeng: Senga, kurang ajar, dan tengil
2. Adit itu senga kalau kalau kata Aliya
3. Ncing Ipeh selalu bilang kata "pera"yang saya juga tidak tahu artinya apa
4. Nathan (on & off set) selalu menjawab pertanyaan dengan kata "paham paham".
5. KW 5 adalah julukan untuk Justin yang menurut Aliya tidak bisa disamakan dengan Justin Bieber
6. Emak Juleha selalu dikatain "hidung betet" oleh Ncing Ipeh kalau lagi berantem
7. Bibir Cutbray & Congor tingkat dewa = Julukan untuk Ncing Ipeh dari Bu Ana
8. Geng Cewe Rindu Kasih Sayang (CRKS) = Kelompok yang dibuat oleh bu Ana sejak memasuki adegan perkuliahan

Pada akhir kata, saya ucapkan terima kasih sekali lagi atas besarnya dukungan selama ini yang diberikan untuk YMYB. Semoga, suatu saat nanti saya masih bisa tetap memberikan yang terbaik untuk semuanya.

See you next time! :)


Love,
AS

Sebagian kru YMYB dan pemain. Last scene of YMYB.

Selametan pertama karena tayangnya Yang Muda Yang Bercinta

Ki-Ka: Mas Adi (DOP), Pak Bobby (Director), dan Mas Ahonk "OrGil"
Syukuran 50 Episode YMYB
Aliya, sutradara, dan Adit
Sebelum take scene terakhir YMYB
Ruang tunggu di Rumah Betawi yang akan selalu di ingat
Saat perpisahan. 6 orang pemain dari awal sampai akhir. Minus Oma dan Mpok Omas


21.10.12

What makes the difference

Seringkali orang menyangka bahwa semakin kita bisa menuntut ilmu ditempat yang lebih bagus dan terkenal, akan semakin terlihat pintar. Ada juga yang menyangka bahwa ketika seseorang pergi menuntut ilmu diluar negeri, semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan jabatan kerja yang lebih tinggi. Apakah semua "teori" itu benar? Apa yang sebenarnya membuat semuanya berbeda?

Ada beberapa hal lain yang harus kita ingat sebagai manusia dibandingkan dengan gengsi. Saya pun tidak menyangkal bahwa saya juga memiliki rasa gengsi, yang tentu dipunyai oleh semua orang. Tapi bagaimana kita mengendalikannya? Itu hanya kita yang tahu. Sering sekali saya mendapatkan pertanyaan apa bedanya kuliah di dalam negeri dan di luar negeri? Yang jelas terlihat tentu suasananya. Lalu? Culture. Selain itu semua, tidak ada yang terlalu berbeda. Namun yang saya ingin jelaskan adalah bagaimana kesuksesan seseorang terbentuk berdasarkan basic elements of life.

Kita semua bisa menjadi orang sukses kapanpun dan dimanapun, selama kita ada niat dan usaha untuk mewujudkan keinginan tersebut. Dan menurut saya, kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh dimana kita menuntu ilmu kita, tetapi bagaimana kita menerapkan pengetahuan tambahan yang kita peroleh saat kita masih di bangku sekolah/kuliah untuk menemukan jalan yang "cerah" untuk masa depan kita.

Jangan pernah gampang menyerah dan putus asa dalam melakukan sesuatu. Itu adalah salah satu hal dasar agar kita bisa menjadi orang yang membanggakan. Satu kali kegagalan bukanlah sebuah keguguran, namun melainkan sebuah kesempatan agar kita tidak melakukan kesalahan yang telah kita perbuat demi masa depan. Pemikiran tidak mudah menyerah dan putus asa juga di dukung oleh sifat optimistik tentunya. Ketika kita menjadi orang yang pesimis, akan lebih susah untuk kita melakukan sesuatu karena kita sudah "takut" sebelum mencoba. Saya beberapa kali pernah menjadi orang yang pesimis, namun apa yang saya dapat? Saya tidak maju-maju. Begitu saya menemukan jalan dan seketika saya mendapatkan energi positif yang sebenarnya saya kontrol di dalam pikiran saya, apa yang saya harus lakukan bisa terlaksana. Sekali ada pikiran untuk menyerah? Coba anda pikirkan lagi waktu yang sudah terbuang percuma begitu anda menyerah. Apakah anda akan membuangnya begitu saja? Atau anda akan melakukan sesuatu untuk bisa terus berjalan?

Luck. Keberuntungan adalah sebenarnya faktor yang percaya-tidak-percaya. Namun, keberuntungan cukup menempati posisi penting dalam mengerjakan sesuatu. Tapi faktor tersebut jangan dijadikan acuan, sehingga anda berfikir anda selalu menjadi orang yang tidak beruntung. Teruslah berusaha mencari sampai suatu saat nanti anda bisa meraih mimpi tersebut dan didukung oleh faktor keberuntungan. Yang harus diingat adalah segala sesuatu tidak akan dengan mudahnya terjadi ketika kita tidak bisa memahami dan mengerti proses yang harus dilakukan dan tepatnya didukung oleh niat serta usaha yang kuat.

Hal terakhir yang saya kira perlu diingat oleh semua orang adalah, jangan terpaku dengan dimana anda menuntut ilmu. Semua tempat itu sama, yang membuatnya menjadi beda adalah karena apa yang kita terapkan di dalam diri kita dan bagaimana kita menerapkannya. Jadi, jangan mudah terpengaruh dengan sifat-sifat pesimistik. Karena, saya yakin semua orang bisa menjadi sukses ketika mereka ingin dan mau menjadi orang sukses. Segala cara akan dilakukan untuk bisa mewujudkan impiannya. Namun yang perlu diingat adalah, ketika anda sudah mencapai titik kesuksesan tersebut, bersyukurlah. Karena sewaktu-waktu, segala sesuatu yang anda punya bisa dihancurkan dalam sedetik. Jangan terbutakan oleh dengan apa yang anda punya. Dan yang terpenting, anda harus mengenali diri anda agar tau seberapa berharganya diri anda untuk membantu sesama.

Semangat bekerja, semangat belajar. Kita tidak akan pernah tahu apa yang bisa kita dapat di kemudian hari, tetapi teruslah berusaha dan berniatlah untuk mengejar sesuatu yang berguna. Semua orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda. Tidak akan mungkin semua orang setuju dengan yang kita pikirkan. Tetaplah berpikir positif. Keep on trying. I know you can.

Remember, what makes the difference is yourself (:


Love,
AS





20.9.12

The art of life

Pernah merasa sedih, senang, bahagia, marah, kecewa atau apapun itu? Tentunya. Saya pun juga tidak luput dari perasaan-perasaan tersebut. Manusiawi kok. Jadi sama sekali tidak ada salahnya untuk mengekspresikan sesuatu yang memang sedang kita rasakan.

Selama ini saya selalu bertanya-tanya, apakah saya sudah cukup melakukan hal ini itu didalam hidup? Apakah saya sudah bisa menjadi orang yang pantas dijadikan panutan? Tentu belum. Saya masih jauh sekali dari hal tersebut. Dan sampai kapanpun tidak akan pernah ada kepuasan dalam diri saya. Karena manusia selalu ingin sesuatu yang lebih.

Hal tersebut pun juga terjadi pada saya. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang saya simpan mengenai hidup. Dan tidak semua nya terjawab. Lalu apa yang bisa saya lakukan? Kesal? Marah? Tidak. Saya terus mencari tahu apa yang seharusnya menjadi jawaban yang benar untuk pertanyaan saya. Kejadian-kejadian yang terjadi selama ini dalam hidup saya membuat saya semakin belajar mengenai hidup. Pada awalnya tentu saya menyesali apa yang telah terjadi dan saya pun juga merasa bahwa seharusnya tidak ini tidak itu. Tapi itulah penyesalan. Selalu dan selalu datang terlambat. Namun setelah menyesal, apakah itu menyelesaikan masalah? Tidak. Lalu apa yang bisa menyelesaikan masalah? Saya sendirilah yang mengetahuinya. Karena saya ingin menjadi apa, hanya saya dan Allah SWT yang mengetahui.

Tidak semua orang tahu bagaimana dan apa yang terjadi dalam hidup kita, dan bahkan mereka pun tidak peduli dengan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Karena mereka akan menilai berdasarkan apa yang mereka lihat dengan apa yang sudah kita lakukan. Itu juga yang terjadi dalam kehidupan saya. Namun saya bertekad kepada diri saya untuk selalu memberikan yang terbaik. Dan itulah tujuan semua orang disaat semakin dewasa.

Banyak sekali rencana yang sudah di 'susun' sebaik mungkin agar berjalan dengan sempurna, namun kerikil kecil tetap selalu ada dalam setiap tindakan yang kita lakukan. Dan semakin bertambah dewasanya umur, saya semakin mengerti bagaimana untuk bisa memahami dan menerti tujuan dari kehidupan ini. Semakin kuat keberanian dan tekad saya untuk menjadikan hidup ini lebih baik, akan semakin banyak pula jawaban-jawaban yang akan muncul. Serenity not regrets.

Namun ada juga hal yang tidak bisa kita lakukan selain menjadi dan menanamkan sikap positif, karena hal tersebut adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan. Sometimes, thing do not go as planned. But, stay strong. Kadang kita tidak selalu mendapatkan pesan dari apa yang kita lakukan, atau mungkin masukan-masukan yang sebenarnya benar untuk kita namun tidak kita tanggapi karena merasa "ngapain harus dilakuin?". Bear in mind that someone will thank you for doing the things you do now. And that is the person you will someday be.

We always have a chance to make someone proud of ourselves. Tergantung bagaimana kita mau mebuktikannya. Sebel juga pasti kadang ketika kita selalu diberi tahu dan di 'perintahi' ini itu untuk melakukan sesuatu yang baik dalam hidup. Namun jangan pernah berhenti disitu saja. Kita tidak akan pernah tahu hidup kita akan seberapa panjang. Percaya, suatu saat semuanya akan terbayar. Appreciate everything you have got. Prove and show that we are so much more than what they see.

Be gentle and wise. Be strong and patient. Imagine life as a painting. You are the artist of your painting. Learn how to live to the fullest. That is the art of life.

Have a good life.


Love,
AS


23.8.12

It has been a while..

Happy Eid Mubarak 1433 H.

Semoga segala sesuatu kesalahan perilaku dan juga perkataan yang disengaja maupun tidak bisa dimaafkan oleh semuanya. Amin. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

Ada yang berbeda di lebaran tahun ini. Ya. Saya dapat bertemu kembali dengan keluarga saya, setelah selama 3 tahun berturut-turut menjalani bulan Ramadhan dan juga lebaran sendiri tanpa bertemu dengan keluarga. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat dan sekarang saya pun bisa berkumpul kembali dengan keluarga besar saya. Siapa sih yang tidak kangen berkumpul dengan keluarganya disaat lebaran? Itu yang saya rasakan. Begitu akhirnya lebaran tahun ini tiba, saya masih tidak menyangka. Rasanya seperti tidak sabar untuk bertemu dengan semuanya kembali.

Sesampainya saya di Malang, saya langsung menuju hotel tempat saya menginap selama di Malang. Saat itu hari sudah malam, namun tetap saja rasa lelah terkalahkan oleh rasa senang akan mudik. Saking semangatnya, malam itu juga ayah saya ajak makan di Toko Oen, salah satu restoran favorit keluarga saya. Sayangnya, saya tidak membawa camera untuk memotret menu yang kami pesan. Setelah perut kami semua  dipenuhi oleh makanan, saya dan keluarga langsung menuju rumah eyang saya dan segera bertemu dengan eyang putri, om, tante, sepupu, dan juga keponakan saya yang tidur dirumah eyang. Tidak sampai disitu, saya pun dikejutkan dengan sosok Bude dan Pakde yang sudah datang dari Melbourne, Australia. Saya langsung bertemu dan memeluk mereka satu per satu. Kangen sekali rasanya. Setelah saya menumpang nge-kost dirumah Bude selama saya di Melbourne, dan sempat saya tinggal ke UK selama 6 bulan sampai akhirnya saya balik lagi ke Melbourne setelah itu, saya dapat bertemu dengan mereka lagi. Cerita demi cerita dilontarkan, waktu pun tidak terasa sudah semakin larut. Akhirnya saya sekeluarga memutuskan untuk beristirahat agar besok bisa bertemu lagi.

Hari kedua. Saya, mama dan Ninis ingin sekali ke salon untuk mempercantik rambut. Sekitar sore hari cewek-cewek dari keluarga Soebandono pergi ke Malang Town Square untuk ke salon, dengan alasan agar besok saat lebaran rambutnya semua terlihat bagus dan tidak perlu repot-repot cuci rambut di pagi hari. Awalnya saya hanya pergi berlima (saya, mama, Ninis, mba Intan, dan mas Dinar). Namun ketika kami sedang dikerjakan rambutnya, Bude dan mba Lia menyusul kami dan berencana untuk ke salon juga. Betapa lucunya hari itu, karena untuk pertama kalinya kami semua ke salon berbarengan dengan alasan yang sama pula. Begitu selesai, kami semua pun pergi ke Soto Lombok untuk hidangan makan malam kami. Hari itupun berakhir dengan rambut bagus tetapi muka kucel karena seharian pergi.

Hari ketiga, dimana bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1433 H. Sayang sekali, sudah 4 tahun berturut-turut saya tidak dapat melaksanakan solat Ied karena berhalangan. Pagi itu hanya ayah saya yang berangkat ke mesjid untuk melaksanakan solat, karena Ninis dan juga mama saya pun berhalangan. Sedih. Saya ingin sekali melaksanakan solat Ied, namun mungkin memang belum diperbolehkan. Insya Allah tahun depan saya bisa melaksanakannya. Sekitar jam 09.00, saya menuju rumah eyang putri untuk berkumpul dan melakukan ritual lebaran seperti biasa. Sangatlah ceria suasana hari itu. Warna putih menjadi warna dominan di hari yang suci ini.

Namun, kesenangan itu tidak luput dari kesedihan. Untuk pertama kalinya, kami sekeluarga tidak ditemani oleh Eyang Kakung lagi, karena beliau sudah pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Sedih, tentu saja. Rasanya seperti ada yang hilang. Saat kami hendak sungkeman, disitulah semua merasakan ada yang 'kurang' lebaran tahun ini, dan juga selamanya. Suasana berubah menjadi campur aduk antara sedih dan juga senang. Kami semua ikhlas dengan kepergian eyang kakung karena kami yakin itulah jalan yang terbaik untuk eyang.

Tidak terlalu lama berlarut-larut, saat yang semua orang tunggu-tunggu pun tiba, yaitu makan! Haha. Sate ayam dan kambing (sayangnya saya alergi dengan kambing), opor ayam, semur telor, ketupat (saya tidak suka) dan makanan-makanan lainnya langsung dihabiskan oleh manusia-manusia kelaparan. Betapa menyenangkannya bisa berkumpul seperti ini lagi.. (: Berlanjut dari situ, kami pun mengunjungi (nyekar) makan eyang kakung bersama-sama. Kami berdoa yang terbaik untuk keluarga kami dan juga kebahagiaan yang telah eyang kakung berikan kepada kami selama ini. You will forever be missed, eyang.

Hari lebaran pun ditutup dengan makan malam saya sekeluarga di Ayam Goreng Pemuda. Betapa nikmatnya makanan sederhana yang mengenyangkan perut. Dan kami pun sekeluarga langsung beristirahat agar keadaan saya dan juga mama yang sedang tidak enak badan semakin membaik.

Hari keempat. Saya terbangun dengan mendengar kabar bahwa Bude mengajak kami semua ke Batu untuk mengunjungi Secret Zoo. Saya tercengang. Entah apa yang harus saya lakukan karena saya sama sekali tidak suka dengan binatang. Tidak ada rasa penasaran dan ketertarikan sama sekali untuk pergi kesana. Akhirnya, dengan berat hati pun saya ikut kesana. Sepanjang perjalanan, saya terus memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Sesampainya disana, saya pun masuk ke dalamnya. Deg-degan rasanya tapi saya berusaha agar bisa menenangkan diri. Terkesan berlebihan memang, tapi itulah kenyataannya. Dan, karena saya ingin melatih diri saya agar bisa setidaknya memberanikan diri sedikit dengan binatang, saya dipaksa untuk berfoto dengan seekor burung kakak tua yang ditaroh di pundak kiri saya. Dengan segala ekspresi ketakutan saya dan tegang, saya pun berhasil mengabadikan momen tersebut dan diakhiri dengan berteriak karena takut. Bangga sekali rasanya. Hahaha! Perjalanan yang terus berlanjut membuat saya tercengang dengan keindahan alam yang terdapat disekitar Secret Zoo. Saya dapat melihat gunung Arjuna di sore hari dan juga keindahan-keindahan lainnya.

Belum lelah dengan itu semua, kami semua menuju Cube, yang berada di Klub Bunga Resort, Batu. Saya pun memesan Strawberry yoghurt dan Mocha and rum ice cream. Segera saya berpikir bahwa liburan ini akan berakhir besok. Tidak ingin sekali rasanya saya meninggalkan keluarga saya..

4 hari yang sangatlah menyenangkan. Tidak sabar saya untuk bisa kembali mengunjungi keluarga saya. Dan itulah cerita lebaran saya tahun ini. Dan semakin kesini saya pun semakin belajar, bahwa kami memang tidak bisa hidup sendiri. Karena keluarga adalah segalanya..


Oxtongue steak, favorite menu di Toko Oen
Kel. Soebandono. Sayang tidak semua bisa datang ):
My family, minus mas Nanda

Our tickets
At the Zoo. What a day.
My love.

Enjoy! :)

Love,
AS